Steve Jobs saat memperkenalkan MacBook Air.
Steve Jobs saat memperkenalkan MacBook Air. (sumber: AFP)
Membantah klaim keamanan sistem operasi OS X

Siapa bilang produk Apple tidak bercela? Jika Titanic akhirnya tenggelam, Apple pun bisa jatuh. Sebuah laporan dari Dr. Web, sebuah perusahaan keamanan internet Rusia, menyebutkan bahwa setidaknya lebih dari 550.000 unit Mac telah terinveksi virus trojan.

Apple pun telah memutuskan untuk menyelesaikan permasalahan pada komputer yang diklaim kebal virus itu, tetapi Dr. Web menyebut bahwa 600.000 Mac yang sudah terinveksi, dan bahkan 274 unit di antaranya berada di Cupertino, California, markas Apple sendiri.

"Ini sekali lagi membantah klaim dari sejumlah pakar bahwa tidak ada ancaman siber apa pun yang bisa mempengaruhi sistem operasi X pada Mac," tulis Dr. Web.

Virus yang menginveksi Mac adalah Flashback Trojan, virus yang "menyamar" dalam bentuk installer untuk Adobe Flash player. Jika telah masuk virus itu akan mematikan peranti lunak keamanan komputer.

Meskipun ancaman itu digolongkan sebagai beresiko "kecil" para pengguna Mac dianjurkan untuk tidak membuka file atau attachments aneh. Para pengguna browser Safari juga diminta untuk tidak membuat setting yang bisa membuka file-file "yang dinilai aman" secara otomatis.